
Pada tahun 2026 Pemprov Jabar akan bangun jalan yang menguhubungkan jalur wilayah tengah dengan Jabar selatan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mengemukakan bahwa pembangunan jalan tersebut adalah sebagai upaya membuka isolasi wilayah Jabar selatan. Program ini juga sebagai bagian dari program Jalan Leucir yang mentargetkan pada tahun 2027 tidak ada lagi jalan jelek di wilayah Jabar. Semua jalan harus sudah leucir di semua wilayah di Jawa Barat pada 2027. “Salah satu indikator kemajuan pembangunan ekonomi adalah terbangunnya infrastruktur dasar, salah satunya adalah jalan,” ujar KDM dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Jaba , Jum’at (19/9/2025) di Gedung Singaperbangsa, Kantor Bupati Karawang.
Menariknya, pembangunan jalan yang menghubungkan jalur tengah dengan Jabar Selatan, ini akan dilaksanakan bekerjasama dengan TNI AD dimana penandatanganan kerjasama sudah ditandatangani pada Juni 2025 antara Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan KSAD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Mabes TNI AD, Jakarta.
Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan jalur tengah dengan Jabar selatan tersebut, kembali disampaikan oleh Dedi Mulyadi dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Jabar, yang berlangsung di Gedung Singaperbangsa, Kantor Bupati Karawang pada Jumat, 19 September 2025.
KDM memaparkan proyek membuka isolasi Jabar selatan. nantinya akan menghubungkan Kabupaten Sukabumi- Kabupaten Cianjur- Garut selatan- Tasikmalaya selatan, hingga ke Pangandaran. KDM pun mengajak jika Pemkab Bogor akan melakukan pembangunan jalan di wilayahnya maka rutenya nantinya bisa terhubung dengan jalan tersebut. Dengan demikian, jalan baru tersebut akan terhubung dari wilayah tengah Jabar dari Bogor dan Sukabumi, hingga ke Jabar selatan di Pangandaran.
Program kerjasama dengan TNI AD merupakan realisasi dari kerjasama kedua belah pihak. Penandatanganan komitmen bersama dilakukan antara Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan Komando Distrik Militer (Kodim) di wilayah Kodam Jaya serta Kodam III/Siliwangi.
Penulis: Humas DBMPR



