Hero section image background

INTI DARI KESEHATAN BERMULA DARI PIKIRAN OLAH RAGA MENGAJARKAN SPORTIVITAS DAN KEJUJURAN

Jumat, 25 September 2026

Berita

5

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post INTI DARI KESEHATAN BERMULA DARI PIKIRAN OLAH RAGA MENGAJARKAN SPORTIVITAS DAN KEJUJURAN

INTI DARI KESEHATAN BERMULA DARI PIKIRAN

OLAH RAGA MENGAJARKAN  SPORTIVITAS DAN KEJUJURAN

 

Puncak  Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Provinsi  Jawa Barat Selasa (22/9/2026) di Lapangan Sport Arcamanik, Bandung dipimpin   Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Mengawali sambutannya KDM – panggilan akrab Gubernur Jawa Barat -   menyapa seluruh pelaku olahraga di Jawa Barat, mulai dari atlet profesional, penggiat olahraga kemasyarakatan, hingga para atlet penyandang disabilitas dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI)  dan Spesial Olimpik Indonesia. Ia mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat dalam membangun ekosistem olahraga di tatar Pasundan.

“Olahraga itu adalah investasi bagi diri kita masing-masing. Dengan berolahraga, badan sehat, kita berinvestasi panjang umur, tidak perlu biaya berobat, dan berinvestasi dalam kebahagiaan,” ujar KDM seraya  berpesan  kepada masyarakat selain olahraga   untuk istirahat dan minum air putih yang cukup serta terpapar sinar matahari pagi

KDM menekankan bahwa inti dari kesehatan bermula dari pikiran. Ia mengingatkan bahwa sebaik apapun nutrisi dan aktivitas fisik, jika seseorang berada dalam kondisi depresi atau penuh tekanan, kesehatannya tidak akan optimal. Olahraga juga mengajarkan objektivitas, kejujuran, dan sportivitas. “Kalau meraih prestasi dengan kecurangan, itu bukan olahragawan, tapi pecundang,” tegasnya.

Selanjutnya dia  mengingatkan bahwa sportivitas berarti kebesaran hati untuk mengakui kemenangan lawan dan tunduk pada keputusan, bahkan ketika dihadapkan pada situasi yang tidak menguntungkan. “Olahraga mengajarkan kesabaran. Seorang ksatria harus tetap menerima kenyataan meskipun ia dicurangi, karena itulah juara sejati,” imbuhnya.

Selain aspek mental, KDM menyoroti pentingnya kualitas lingkungan dalam berolahraga. Ia mengkritik tren olahraga lari di pinggir jalan raya kota yang justru membuat masyarakat menghirup polusi udara beracun (timbal).

Untuk itu, KDM menyampaikan visinya yang sebelumnya pernah diutarakan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). “Pusat kegiatan olahraga atau stadion tidak mesti dibangun di tengah hiruk pikuk kota. Bisa jadi harus digeser ke perkebunan atau persawahan yang rimbun dan terbebas dari polusi. Olahraga harus mengarah pada kegiatan yang rekreatif dan higienis,” usul KDM.

Sebagai penutup, KDM mengingatkan bahwa kebahagiaan dan kesehatan adalah hak privasi masing-masing individu dengan takaran yang berbeda-beda. Ia membagikan filosofi hidupnya yang menyatu dengan alam, di mana matahari, hujan, dan udara tak perlu dihindari, melainkan dijadikan sahabat agar tubuh membentuk kekebalan (antibodi) alami secara mandiri.

“Selamat Hari Olahraga Nasional. Olahraga untuk sehat, sehat untuk bahagia, bahagia untuk panjang umur!” pungkas KDM, mengakhiri pidatonya yang disambut gemuruh tepuk tangan dan yel-yel para hadirin.

Haornas Tingkat Jabar diperingati dengan beragam lomba olahraga yang diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah Jabar, mulai dari senam waringkas, estafet lari balok hingga katapel beregu. Kegiatan ini merupakan  momen berharga untuk mempererat kebersamaan, membangun kekompakan, dan menciptakan suasana kerja yang semakin positif.

Canda, tawa, semangat berkompetisi, hingga saling memberikan dukungan mewarnai setiap momen. Karena di balik kesibukan menjalankan tugas dan tanggung jawab, ada semangat untuk terus menjaga kebugaran sekaligus memperkuat solidaritas antaranggota tim.

 

Penulis: TIM HUMAS DBMPR